Showing posts with label my fanfict ^^. Show all posts
Showing posts with label my fanfict ^^. Show all posts

Tuesday, June 23, 2015

(Fanfict) Pengaruh Jeon Jungkook terhadap perubahan emosi seorang Jung Yein

Tittle : Pengaruh Jeon Jungkook terhadap perubahan emosi seorang Jung Yein

Cast : Jeon Jungkook – Jung Yein
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Romance, School life
Length : Oneshot  [1114 Words]
Rating : PG-13

Disclaimer : 
This story is Mine! Cerita ini tiba-tiba muncul di pikiran aku, saat aku tengah memikirkan judul untuk tugas proposal Skripsi hehehe. Maafkan jika ceritanya aneh dan aneh kkk. Cerita ini muncul tiba-tiba soalnya ^^ happy reading~~ sorry for typo.



“Jeon Jungkook berpengaruh positif terhadap perubahan emosi ku setiap hari..” – Yein

Friday, June 12, 2015

(Fanfict) Airport Couple..

Airport Couple..

Cast :
Byun BaekHyun
Kim TaeYeon
Park ChanYeol
Son Wendy

Genre : Romance

Author : LeeHyuRa (@aniespur)

940310-940412

Happy Reading all~~
Cerita ini ternspirasi saat aku liat foto ChanBaek di airport kemarin pas mereka mau terbang(?) ke China kkk. Disana ekspresi Chanbaek bener-bener cute banget ^^ suka suka suka..
Kenapa aku milih BaekYeon buat jadi castnya? Karena aku suka sama BaekYeon dan aku dukung banget couple resmi ini. diluar kenyataan kalo aku dulu pernah kecewa sama hubungan mereka yang terbongkar. Tapi, setelah aku telaah dengan baik dan bijak, aku sadar kalo BaekYeon cocok kok. Baekhyun dapat melengkapi Taeyeon dan Taeyeon juga dapat melengkapi sosok Baekhyun. Ahh.. pokoknya mereka couple tercocok deh, langgeng terus ya eonni-oppa ^^ jangan pernah putus please..
Dan kenapa aku pilih SonYeol couple?
Entahlah, aslinya sih aku juga gak terlalu kenal sama couple ini –Wendy Chanyeol . Tapi, mengingat Chanyeol dan Wendy tuh suka banget ketawa di grup masing-masing, aku langsung mikir.. wow!! Kayanya mereka bakalan cocok kalo jadi couple hahaha.
Alasan aku ini bisa diterima gak ya? Hahaha

Ohya, semua foto yang aku pake disini, bukan foto punya aku ya, ada credit nya kok di setiap masing-masing foto.. so, makasih buat pihak-pihak yang udah nyediain foto-foto yang aku pake..
Dan ide cerita ini semuanya pure dari otak aku yang kemarin sempet kosong bahkan gak dapet inspirasi sedikitpun. Jadi, cerita ini asli punya aku. Hanya saja untuk para cast, aku hanya meminjam nama mereka, dan mereka pastilah bukan punya aku kkk.

Have fun..

Enjoy my story^^

^^

Airport Couple..

“Menunggu, kau tau dengan baik bahwa aku tak suka menunggu..” – Byun BaekHyun


“Aku akan dengan sabar menunggu mu, walaupun pada kenyataannya aku membenci itu..” – Park Chanyeol
 

Sunday, May 3, 2015

(Fanfict) The Reason I Live

The Reason I Live

Author : aniespur
Cast : Kim JongIn dan Lee HyuRa (OC)
Genre : Romance, Family, Angst


Happy reading ^^
Psst.. long oneshoot, jadi jangan kaget atau bosen yaaa.. ^^
@oohsehun is mine

.
.

Menunggu, merupakan salah satu hal yang paling memuakkan bagi semua orang di dunia ini. tak ada seorang pun di dunia ini yang senang bila harus diminta menunggu. Tapi, sayangnya itulah yang tengah aku rasakan sekarang. Entah sampai kapan aku akan menunggunya kembali, menunggu seseorang yang sampai kapan pun tak kan pernah aku lupakan. Sosok seseorang yang sangat aku sukai, aniyo lebih tepatnya sangat aku cintai.. . Sosok yang lebih dari 3 tahun meninggalkan ku dan keluarga ku juga negara ini, hanya untuk menebus segala kesalahan yang telah kami perbuat. Sosok itu, adalah oppa ku.. oppa tiri ku.. Kim JongIn.


Semuanya berawal dari 3 tahun yang lalu, dimana eomma-ku meminta izin padaku untuk menikah kembali dengan cinta pertamanya dulu. Sebagai seorang anak yang baik dan sayang kepada eomma ku, tentu aku dengan senang hati menerima keputusan eomma ini. Ditambah, sosok Kim Ahjushi yang baik dan sayang padaku juga tentu pada eomma ku. Kim Ahjushi, itulah namanya. Aku pernah sekali tidak sengaja bertemu dengan nya saat beliau mengantar eomma ke rumah. Melihat raut bahagia wajah eomma saat bersama Kim Ahjushi, membuat ku yakin bahwa eomma ku sangat berbahagia bersama  cinta pertamanya itu.

Disinilah aku sekarang, di sebuah restoraran perancis yang bisa dibilang cukup mewah. Di tempat ini, aku dan eomma ku berencana untuk makan malam bersama dengan Kim Ahjushi dan juga anaknya. Anaknya? ya.. Kim Ahjushi sama dengan eomma ku, mereka adalah seorang single parents yang sama-sama membesarkan satu anak. Mungkinkah ini yang namanya takdir? dengan perasaan yang tak menentu, aku mencoba menenangkan diriku sendiri saat menunggu Kim Ahjushi dan anaknya datang. Perlahan dapat ku dengar, suara beberapa derap kaki yang mulai mendekat, dapat ku tebak itu adalah Kim Ahjushi dan anaknya. Perlahan Kim Ahjushi pun mulai berdiri tepat dihadapan kami, dan saat aku melihat ke arah anak Kim Ahjushi.. sungguh.. apakah ini mimpi? tidak mungkin. Anak itu.. ternyata anak Kim Ahjushi adalah Kim JongIn.

"Annyeonghaseyo.. choneun Kim JongIn imnida"
sayup-sayup ku dengar suara sexy itu mulai muncul dan membuat aku yakin jika ini bukanlah mimpi. Aku pun mulai memandang ke arah JongIn dengan tatapan tak percaya - mencoba untuk meminta penjelasan atas semua ini. Sambil menggigit bibir ku, aku pun mulai mengenalkan diriku secara formal.
"Annyeonghaseyo.. choneun Lee HyuRa imnida"

Saturday, November 22, 2014

Saranghae~ (SoRim Couple)

Crazy Confession (Fanfict)

What Should I Do? (Chapter 4/?)

What Should I Do? (Chapter 4/?)
Cast:
Lee HyuRa (OC)
JungKook BTS
LuHan EXO
Other Cast:
BTS member
EXO member
Park MinJi (OC)
Kim Yura (OC)
Park Yuri (OC)
B.A.P member
Author : Leehyura
------------------------
"Jungkook-ah, tidak bisakah kita memesan makanan saja?" kata ku hati-hati, jujur aku tidak cukup berani untuk memasak sesuatu lagi setelah kejadian dua tahun silam.
Jungkook, bocah yang tengah aku ajak bicara, hanya menatapku dingin dan serius.. ingin rasanya aku menjambak rambut hitam gelamnya itu.
"Kenapa harus memesan? tidak bisakah noona memasak? mungkin ramen?"
"Tapi aku tak bisa memasak. bahkan ramen pun aku tak bisa" jujurku seraya menahan malu.
"Noona, apa kau benar pacar Luhan Sunbae?" tiba-tiba Jungkook mendekatiku dan mengucapkan kalimat itu tepat di telinga kananku.
"Tak bisakah Noona putus dengannya, dan menjadi pacarku?" tambahnya lagi seraya menatap mataku tajam dan dalam.
"Putuslah noona" ucap Jungkook lagi dengan penuh tekanan lalu pergi meninggalkan ku sendiri mematung di tengah dapur
"Bocah itu, apa yang dia katakan..." gumamku pelan sambil menahan debaran jantungku yang seperti ingin meledak.
.
Hari ini, aku memutuskan untuk melupakan kejadian kemarin malam, dan menganggap bahwa hal tersebut tak pernah terjadi.
"Good Morning" Ucapku penuh semangat, saat ku lihat semua member BTS dan juga Yura dan Minji Eonni tengah asik sarapan.
"Noona, kau telat bangun. bukankah harusnya noona yang membangunkan ku" ucap Taehyung sedikit tak jelas karena saat itu mulutnya tengah penuh dengan potongan roti.
"Mianhae, tadi malam aku tak bisa tidur. jadi.. aku telat bangun. tapi aku janji, besok dan seterusnya aku akan bangun pagi" ucapku dengan tampang menyesal.
"apa kau tak bisa tidur karena merindukan Luhan sunbae? benarkan?" tebak Jin oppa, mencoba menggodaku.
"Pergilah hari ini jika kau merindukannya, hari ini kami tak ada jadwal. kecuali Jungkook. hari ini ia harus pergi sekolah" ucap sang leader, NamJoon penuh wibawa.
"ahh.. aniyo. tak usah. Luhan oppa juga tak ada di korea minggu ini, dan aku juga harus pergi mengantar Jungkook ke sekolah. iyakan Jungkook?"
"Hyungdeul, Noonadeul.. aku pergi sekolah dulu" pamit Jungkook tanpa menjawab pertanyaanku tadi.
"Anak itu kenapa? Hyura-ya, kau tak mengantarnya?" tanya Hoseok padaku yang sukses menyadarkan ku dari kekagetan ku akan sikap Jungkook.
"Ahh.. Matta, Jeon JungKook.. tunggu aku. kalian semua aku pamit.. annyeong" ucapku buru-buru seraya mencoba mengejar Jungkook.
.......
"Kenapa kau tadi pergi begitu saja? bahkan pertanyaan ku pun tak kau jawab tadi" gerutu ku pada bocah satu ini, Jungkook.
Tapi apa yang ia lakukan, ia malah memasang earphone pada kedua telinga nya dan mengabaikan ku (lagi).
Dengan kesal, aku pun memcopot earphone nya itu dan aku pun langsung mendapat tatapan tajam darinya.
"Mwo?" tanyanya singkat padat dan jelas juga dingin pada ku.
"kau kenapa Jungkook?"
"menurutmu?" balasnya sambil mencoba memasang earphone nya lagi.
"JEON JUNGKOOK" ucapku kesal, seraya menggenggam tangannya erat.
Tanpa ku duga, Jungkook malah mendorong tubuhku ke salah satu sudut dalam bagian mobil, yang membuatku otomatis terjebak antara Jungkook dan dinding(?) mobil.
"Jeon JungKook, apa yang kau lakukan?" tanyaku takut dan ragu.
"Menurut noona?" tanyanya balik sambil ia menampilkan sebuah smirk, yang entah sejak kapan ia miliki.
Jungkook pun semakin memojokkanku dan menahan kedua tanganku erat, Wajah kami pun hanya terpaut jarak beberapa senti. oksigen. Entah sejak kapan oksigen di dalam mobil ini tiba-tiba hilang.
"Jungkook, menjauhlah. bagaimana bila Kim Manajer melihat hal ini" ucapku akhirnya dengan susah payah.
"Tenanglah Noona, mobil ini telah aku kunci dari dalam. dan kaca ini, kaca ini tak kan mudah terlihat dari luar noona" jawabnya enteng dan ia semakin mengikis jarak diantara kami.
"Ta.."
CUP~
Kurasakan bibir Jungkook mendarat sempurna di atas bibirku. Aku pun hanya bisa memejamkan mataku, tak tahu apa yang harus ku lakukan.
Bibir Jungkook bergerak dengan cukup liar di atas bibirku, bahkan tanpa ku sangka lidah bocah SMA ini dengan mudahnya masuk ke dalam mulutku. Sontak aku pun mendorong tubuh Jungkook untuk menjauh, namun dorongan ku sia-sia. Jungkook semakin memperdalam ciumannya. namun, aku tak sedikitpun membalasnya.
Tak lama Jungkook pun melepas ciumannya dan menatap ku tajam.
"Mengapa noona tak membalas ciumanku? Apa tadi masih kurang?" ucapnya seduktif seraya tangannya sibuk membuka beberapa kancing kemejanya.
"YAKKKK! JEON JUNGKOOK!"
TBC

Tuesday, March 11, 2014

Old Love (Fanfict)

Old Love

Cast : Jungkook (BTS), Lee HyuRa (OC), Park Yuri (OC) all member BTS
Author : Lee HyuRa (@aniespur)
Genre :Romance,Sad
Ratings : PG-15 (aman)

mian~ kalo ceritanya gaje,alur kecepetan dll^^
WARNING! LONGSHOOT story!

@aniespur

Hyura pov.

3 tahun sudah,aku mencoba untuk melupakan namja itu,namja yang selama 1 tahun lalu itu telah mengisi hari-hari ku yang membosankan.
Aku telah mencoba berbagai cara untuk melupakan nama itu,tapi.. Semenjak 2 tahun yang lalu,tepatnya sejak ia berhasil meraih impiannya untuk debut sebagai seorang idola, sejak saat itu kemanapun aku pergi aku pasti bisa mendengar suara merdu dan melihat wajah cutenya. Namja itu kembali mengisi hari-hari ku,namun sekarang bukan sebagai namjachingu ku,tapi sebagai dongsaeng dari bias yang sangat ku kagumi.

"hyura-ya!! Kenapa kau duduk disini? Kau tau, dari tadi aku sibuk berkeliling kampus hanya untuk mencari mu.Aih~jinjja" cerca Park Yuri,sahabat ku, dengan raut muka marah namun bagiku mukanya itu malah terlihat menggemaskan.

"mianhae,waeyo?" jawabku singkat padat,karena jujur aku tak tau harus menjawab apa.

"kau menulis artikel di blog mu lagi? Astaga~ lama-lama blog mu itu seperti buku harian,setiap hari selalu ada hal yang baru" ucapnya spontan saat manik matanya tak sengaja melihat layar laptopku.

"waeyo? Salahkah? Aku suka menulis,dan aku juga suka jika banyak orang yang membaca tulisanku" ucapku tak terima dengan statment yuri tadi.

"arraseo. ah matta,aku hampir lupa,hari ini kita pergi ke acara fans signing BTS okay? Ayolah~ aku ingin melihat Jimin dari dekat. Kau mau kan hyura-ya? Disana juga kau bisa bertemu bias mu kan? Suga oppa. Ayolah~" pinta yuri padaku dengan tampang memelas.

What? Fans signing BTS? Hari ini? Astaga~ berarti aku akan ketemu biasku,Suga oppa. Ahh,mau~ Tapi,disana juga ada kookie. Ahh,bagaimana ini??
Tapi,mungkinkah ia masih mengingatku? Tak mungkin hyura, itu kan udah 3 tahun yang lalu. Dia pasti telah melupakanku. Yapp,dia pasti telah lupa dengan wajah dan nama ku. Suga oppa,tunggu aku~~

"kajja" jawabku akhirnya setelah sekian lama berpikir.
"assa~ kajja" seru yuri penuh semangat.

Kami pun mulai beranjak dari kampus menuju tempat fans signing BTS di daerah Kangnam.

~~

Jungkook pov.

Tanggal ini akhirnya datang lagi, 20 april. 3 tahun yang lalu di tanggal yang sama,aku harus merelakan cinta ku pergi. Tanpa alasan yang jelas, dia dengan tega memutuskan hubungan kami,hubungan yang telah terjalin 1 tahun lamanya.

"kookie, gwaenchana?" seru Jimin hyung yang sukses merusak acara melamunku.
"ohhh~ gwaenchana hyung" jawabku bohong.

"kalian berdua,cepatlah bersiap! Acara fans signing akan segera dimulai" seru uri leader, Rapmon hyung.
"ne,hyung" jawab kami berdua kompak.

Aku dan jimin pun segera bergabung dengan member lain yang tengah bersiap masuk ke tempat acara.

"wah~ benarkah ini fans kita?" ucap V hyung tak percaya,saat mata bulatnya melihat segerombolan fans yang tengah setia menunggu kedatangan kami.

"huahhh~ semangat! Kita harus bisa membuat semua fans kita puas dengan acara ini" teriak Rapmon hyung penuh keyakinan.
"Bangtan Boys,hwaiting!" teriak kami bertujuh kompak.

Hyura pov.
"yuri-ya,aku tak menyangka fans yang datang ternyata sebanyak ini" ucapku setengah berbisik.

"entahlah hyura-ya,padahalkan biasanya tidak sepadat ini" jawab yuri, seraya matanya berpatroli mencari kapan member bangtan akan muncul.

"huhhh~ kyaaa~ oppaaa~" tiba-tiba ruangan yang awalnya tertib,berubah menjadi ramai dengan berbagai jeritan fan girls, setelah mata mereka menangkap kemunculan member bangtan.

Entah mengapa,manik mataku langsung tertuju ke arah namja itu. Memandangnya dengan tatapan yang entahlah,aku juga tak tahu mengapa mata ku bisa betah memandang wajah nya. Yaa~ namja itu, namja yang selama ini selalu ingin ku lupakan. Jungkook.

"Hyura-ya,kenapa kau melamun? Cepat maju,sekarang giliran kita" ucap yuri tak sabar sambil mendorong tubuhku untuk segera maju.

"mwo? Ahh~mian" jawabku seadanya lalu dengan segera aku pun melangkah maju, untuk meminta tanda tangan mereka.

Meja pertama Rapmon lalu Jin,Jimin,J-hope dan V, akupun dengan mudah lulus dan mendapat tandatangan mereka.
Tinggal 2 meja lagi dan tanda tangan mereka pun akhirnya lengkap ku miliki. Kkk~

"oppa~ hwaiting" ucapku dengan nada cute seraya menunjukkan sedikit aegyo-ku,yang selama ini jarang aku tunjukkan kepada siapapun,kecuali dulu kepada namja itu.

"gomawo,hwaiting! Namamu?" jawab Suga oppa seraya menunjukkan senyum menawannya.
"Lee Hyura imnida" jawabku sambil tersenyum manis.

Suga oppa pun membalas senyumanku dan dengan segera ia menorehkan tanda tangannya di album bangtan milikku.
Aku pun hanya bisa mengagumi wajah sempurna biasku yang tengah berkonsentrasi menyelesaikan tanda tangannya.
Hingga suara itu muncul,

"Noona?"
Aku pun refleks menolehkan kepalaku ke arah sumber suara itu berasal. Sedetik kemudian mataku membulat dan jantungku berhenti berdetak.
"dia?? Mungkinkah dia masih mengingatku? Batinku tak percaya.

Jungkook pov.

Aktivitas tanganku yang tengah memberi tanda tangan pun seketika terhenti,saat indra pendengaranku tak sengaja mendengar namanya.

"Lee hyura imnida"

nama itu? Benarkah dia hyura noona? Cinta ku? Benarkah? Dengan penuh keraguan aku pun menolehkan kepalaku ke arah meja Suga hyung.
Benar saja, pemilik nama itu memang dia, noona ku.
Walaupun kami telah lama tak bertemu,tapi aku masih ingat semua lekuk dan detail wajahnya.
Mata itu,hidung itu,dan bibir merah muda itu, itu semua milik hyura. Aku pun dengan ragu, akhirnya menyapa yeoja itu "noona?"
Deg... Tiba-tiba jantungku berhenti berdetak ketika mata itu memandang lembut ke arahku.
Entah mengapa, keadaan acara yang awalnya ramai berubah menjadi sepi, mereka seperti mendukung acara pertemuanku kembali dengan yeoja yang ku cintai ini.

Belum sempat aku mengucapkan satu kata lagi, ku lihat ia dengan terburu-buru pergi meninggalkan tempat ini setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada suga hyung seraya mengambil album yang telah di tanda tangani hyung ku tadi.

"hyura-ya,kau mau kemana? Aish,Padahalkan tinggal 2 member lagi. Yaaa~ Lee Hyura!" tak lama ku dengar teriakan seorang yeoja memanggil nama hyura,lalu yeoja itupun segera pergi mengejar hyura noona.

"kau mengenalnya kookie?" tanya suga hyung penasaran.

Aku pun hanya mengangguk lalu melanjutkan aktivitasku yang terhenti tadi,memberi tanda tangan kepada ratusan fans.
Hyura noona,aku yakin. Aku pasti bisa bertemu dengan mu lagi nanti.
Tunggu aku noona~
Cerita kita masih belum selesai.

~~~
Hyura Pov.

FLASHBACK

3 tahun yang lalu (2011)

"noona,kau tau? Mulai besok aku resmi menjadi training di BIGHIT ent. Kau pasti banggakan? Mempunyai namja chingu yang sebentar lagi akan menjadi idol" ucap Kookie dengan wajah senangnya.

"Benarkah? Huahh~chukhae" jawabku tak kalah senang lalu refleks memeluk tubuhnya.
Kookie pun membalas pelukanku dan mengelus rambutku dengan lembut.

FLASHBACK END

Aku pun hanya bisa tersenyum pahit,saat kenangan 3 tahun lalu itu tiba-tiba muncul lagi di pikiran ku.

"Saat itu kau baru 15 tahun, mana bisa aku merusak impian mu kookie" ucapku parau dan sebisa mungkin menahan air mataku untuk tidak menetes.

FLASHBACK

"kookie,kau harus pergi ke USA untuk melatih kemampuan mu dalam bernyanyi,dance,dan rapping" tak sengaja aku mendengar pembicaraan Jungkook dengan seorang pria yang tak ku kenal,mereka berdua terlihat tengah berbicara serius di bangku taman.

"maaf sajangnim, aku tak bisa pergi. Aku tak mungkin meninggalkannya" jawab Jungkook dengan muka yang sangat serius.

"tapi, ini demi masa depan mu. Coba kau pikirkan lagi." ucap pria itu,mencoba meyakinkan Jungkook
"Tapi,aku juga tak bisa meninggalkannya. Dia juga adalah masa depanku"

Deg! Jantungku pun tiba-tiba berhenti berdetak,tepat saat telingaku mendengar jawaban polos dari namjachinguku.

~~

"Kookie,aku mau kita putus" ucapku yakin,seraya mataku menatap matanya tajam.

"mwo? Putus? Tapi? Kenapa,tiba-tiba noona? Apa salahku? Aku rasa,selama ini hubungan kita baik-baik saja" jawabnya dengan raut muka bingung dan tak terima bercampur jadi satu.

"masalahnya,kau lebih muda dari ku, aku butuh namja yang lebih dewasa. Bukan anak kecil sepertimu" ucapku dengan nada suara yang terdengar kejam.

"mwo? Kita hanya beda 3 tahun hyura-ya. Aku bukan anak kecil,demi dirimu aku akan tumbuh dewasa secepatnya. Tunggulah aku hyura" jawabnya dengan suara lembut dan tangannya mencoba menggenggm tanganku.

"Maaf kookie~ tapi ini demi masa depanmu" batinku merintih.

Dengan sekali hentakan, aku pun melepaskan genggaman tangannya dari tanganku lalu pergi meninggalkannya sendiri di taman.

"noona,aku akan tetap menunggu mu. Dan tunggulah,suatu saat nanti aku akan menjadi namja dewasa untuk mu,namja yang layak untuk noona cintai" sayup-sayup ku dengar teriakan janji jungkook itu. Janji yang entah mengapa berhasil membuat air mata ku mengalir,air mata yang selama ini aku tahan.

"Jangan tunggu aku kookie" gumamku pelan pada diri sendiri seraya berlari meninggalkan taman.

~~

"noona, kau tau, hari ini Jungkook pergi ke USA!" ucap dongsaengku, Lee MinHyuk, saat kami tengah asik sarapan.
"benarkah?" responku,berpura-pura tak peduli.
Padahal hati kecil ku menjerit tak terima,karena kau benar-benar pergi meninggalkanku sendiri,tanpa ada salam perpisahan.

Minhyuk pun hanya menjawab pertanyaanku dengan sebuah anggukan.

"Good bye kookie,mulai hari ini cerita kita berakhir" batinku mencoba tegar.

FLASHBACK END

drrt...Drrt...Drrtt..

Tanpa ku sadari,hp yang ku simpan di atas tempat tidur pun bergetar entah sejak kapan..

"Park Yuri" gumamku pelan saat membaca satu nama yang muncul di layar hp ku.

"yeob.."
"hyura-ya,gwaenchana? Tadi kau kenapa? Kau kenal dengan Jungkook? Bagaimana bisa? Yaaa~ hyura-ya jawab aku" ucap Yuri frustasi di ujung telepon.

"Nan gwaenchana yuri-ya. Aku tak kenal Jungkook. Tadi aku pergi karena aku ingat,hari ini aku ada urusan keluarga,mianhae" jawabku bohong.

"jinjjayo? Kau tak bohongkan?"
"aniyo,yuri-ya. Percaya padaku. Arra!"
"Baiklah. Aku percaya. Bye"
"Bye"
Aku pun segera melempar hp ku ke sembarang tempat dan lebih memilih untuk menutup kedua mata ku yang lelah.
Jungkook, satu nama yang entah sejak kapan kembali muncul di pikiranku.

Jungkook pov.

"kookie,yeoja tadi siapa?" tanya Jimin hyung saat kami baru saja sampai dorm.

"yeoja yang mana?" jawabku pura-pura tak tahu.

"yeoja yang tadi kau panggil noona" ucap J-hope hyung yang memperjelas siapa yeoja yang jimin maksud.

"ohhh,yeoja itu. Dia hanya noona yang ku kenal. Tetanggaku dulu" jawabku dengan tampang polos.

"apa dia,cinta pertama mu itu? Hyura? Apa ya marganya?? Kim? Jung? Cho?" tebak Rapmon hyung yang sukses membuatku memandangnya tajam.

"Lee.Lee HyuRa" jawab suga hyung dengan wajah datarnya.

"Jadi benar,dia cinta pertama mu?" tanya V hyung antusias.

Aku pun hanya mengangguk pasrah, percuma juga jika aku mengelak. Mereka pasti tau apakah aku bohong atau tidak.

"kookie,kau tak marah kan, setelah tau jika mantan mu itu ternyata fans ku?" tanya suga hyung tiba-tiba.

Aku pun hanya menggeleng lemah dan tersenyum. untuk apa aku marah, Aku tau, hyura sangat mudah berganti-ganti bias.Mungkin dalam sebulan,hyura bisa berganti bias hingga 3 kali. Jadi,untuk apa aku cemburu. Sungguh lucu.
Tapi, jika ternyata hyura mencintai salah satu hyungku, itu baru bisa membuatku cemburu.
Karena aku tau, seorang hyura itu tidak mudah merubah perasaan cintanya.

"Jadi,dia itu yeoja yang memutuskan mu karena kau lebih muda darinya? Lalu setelah itu kau pergi ke USA?" selidik J-hope hyung serius.

"ne hyung"
"memangnya kalian beda berapa tahun?" tanya suga hyung penasaran.

"3 tahun" Jawabku singkat.

Member lainpun hanya bisa ber-oh ria sambil menatap ke arahku. Tatapan yang aku sendiri pun bingung bagaimana mendeskripsikannya.


~~~

Hyura pov.

"Pagi noona"
"Pagi hyukkie. Kau sendiri?Hyuk,oppa mana? Kenapa rumah sepi?" tanyaku bingung pada namdongsaengku.

"HyukJae hyung pergi ke paris noona,katanya ada urusan bisnis" Jawab minhyuk santai seraya tangannya sibuk mengoleskan selai di atas roti gandum nya.

Aku pun hanya ber-oh ria dan segera meminum habis segelas susu strawberi ku.

Drrt.. Drtt,.
Dengan segera aku pun meraih hp ku,dan mengecek apa yang terjadi.

From: kookie~
Noona,long time no see.^^

Deg! Jantungku berasa berhenti berdetak,saat aku membaca isi pesan itu. Bukan karena isi pesannya,tapi karena nama pengirim pesan itu.
Kookie.. Jungkook.

from: kookie~
Noona,bisakah kita bertemu hari ini? Di taman biasa.

From: kookie~
Noona,ini masih nomor mu kan? Lee hyura?

From: kookie~
hyura,ini aku kookie. Kau ingatkan?

From: kookie~
hyura,aku hanya ingin bertemu dengan mu. Aku tau cerita kita masih belum berakhir.

From: kookie~
Hyura noona, aku hanya ingin menepati janjiku. Noona~

From: kookie~
Lee hyura! Jawab pesan ku.

From: kookie~
Noona..
Hyura noona..
Lee Hyura!!

Entah mengapa kedua mataku mulai buram, pandanganku seperti terhalang oleh sebuah cairan yang aku sendiri tau, itu cairan apa. Air mata.
Tesss.. Tanpa ku pinta,air mataku dengan lancar meluncur,membasahi kedua pipiku..

"noona,kau kenapa?" tanya minhyuk bingung setelah menyadari bahwa aku menangis.

Aku pun segera menatap minhyuk dan dengan kasar menghapus sisa air mata di pipiku.
"aku pergi" ucapku cepat lalu pergi meninggalkan rumah.

Author pov.

BTS dorm
"hyung,aku telah mengirim pesan ke hyura noona" ucap Jimin kepada Suga dan Jin.

"benarkah? Kapan kau mengirimnya?" tanya Jin.
"Tadi pagi,waktu kookie mandi" jawab Jimin seraya tangannya sibuk mengambil cemilan.

"benarkah? Lalu apa balasannya?" tanya Suga dengan tampang tak percaya
"yaa,hyung. Kalau hyung tak percaya,hyung bisa tanya ke Namjoon hyung atau Taehyungie. Mereka saksinya" Jawab Jimin dengan mulut yang masih penuh dengan cemilan,bahkan saat jimin bicara,ada beberapa potongan cemilan yang berhamburan keluar dari mulutnya.

"yakk! Jimin-ah,kau jorok" ucap Suga yang memandang Jimin dengan pandangan jijik.
"Jadi,apa hyura membalas pesannya?" tanya Jin penasaran.
Jimin pun langsung menggeleng lemah dan tak lama semua orang di dorm pun mulai sibuk dengan pikirannya masing-masing,memikirkan cara lain untuk membantu golden maknae mereka.

Sore hari~~
Jungkook pov.

"hyungdeul,kalian lihat.." pertanyaanku terputus saat manik mata ku melihat hp yang selama ini ku cari ada ditangan Jin hyung.

"hyung,kembalikan hp ku" ucapku tak terima,karena barang pribadiku dipinjam tanpa ijin.

"yakk,hyung!! Apa yang kalian lakukan?" mata ku otomatis membulat saat melihat pesan keluar di hp ku.

"waeyo? Kau tak suka?" celetuk Suga hyung dengan tampang dinginnya.

"a..a..Aniyo hyung, tapi kenapa hyung. Ahh~jeongmal" ucapku frustasi.

"itu salah mu sendiri,kenapa kau masih menyimpan nomornya" ucap Jin hyung santai.

"hyungdeul, eotteokhae? Bahkan noona tak membalas pesan dari kalian? Huahh~noona pasti semakin membenciku" ucapku dengan nada sangat frustasi.

"tenanglah, yeoja itu butuh waktu lama untuk mereka memutuskan sesuatu" jawab J-hope hyung bijak.

"kau masih sayang dengan noona itu kan,kookie?" tanya V hyung to the point. Yang entah kenapa pertanyaan itu langsung membekas di hati dan pikiran ku.

"kau tak mau dia kembali? Kau tak mau memperjuangkan cintamu? Ckk.." tanya Rapmon tak percaya.

"bukan begitu hyung,tapi.."
"tapi apa? Kejar cintamu kookie" perintah Jin hyung padaku.

Aku pun hanya bisa terdiam memikirkan semua perkataan hyungdeul.
Kembali pada noona? Tentu aku mau. Itu adalah keinginanku selama ini.
Tapi,jujur sampai saat ini aku masih belum berani untuk menghubungi noona apalagi meminta noona untuk kembali padaku. Huahh~help me god!!


Tak lama.. Drrt..Drrt..
Kurasakan hp di genggaman tanganku bergetar, dengan malas aku pun mulai mengusap layar hp ku dan melihat ada apa,

Mataku seketika membulat saat melihat nama pengirim pesan tersebut.

From: My Hyura
Arra,kapan kita bisa bertemu?

Tubuhku terasa membeku,saat mataku membaca isi pesan tersebut dan tanpa ku perintah bibirku pun membentuk sebuah senyuman.
Noona~ternyata kau masih peduli padaku.

"saranghae noona" teriakku akhirnya setelah sadar dari kekagetan ku.
Akupun langsung memeluk Jin dan Suga hyung yang saat itu tengah duduk disebelahku.
"hyungdeul,gomawo. Saranghae" ucapku tulus dan mempererat pelukanku ditubuh mereka.


~~

Author pov.

Hyura's home

"noona,aku pulang. Eoh,yuri noona! Annyeong. Hyura noona eodiga?" salam Minhyuk yang saat itu baru sampai di rumah.

"annyeong hyukkie. Noona mu sedang mandi. Eoh,ada bangtan" balas yuri ramah sambil matanya fokus menatap layar televisi.

"jangan bilang noona suka sama kookie juga? Astaga~" tebak minhyuk so tahu sambil tangannya menunjuk layar televisi.

"kookie? Maksudmu jungkook? Aniyo,aku tak menyukai dia. Aku suka Jimin. Tapi,kau tau Jungkook juga? Padahalkan bias noona mu itu Suga?" tanya yuri dengan menampilkan wajah bingung.

"tentu aku tau kookie. Dia kan teman kecil ku dan juga mantan noona"
"MWO? JINJJA? DEMI APA?" mendengar jawaban minhyuk itu,sontak membuat Yuri membulatkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar. Ia terlalu kaget,mendengar kenyataan itu.

Minhyuk pun hanya bisa tersenyum geli melihat reaksi Yuri yang menurutnya sangat menggemaskan itu.

Hyura's room

"Hyunnie,aku masuk ya" teriak Yuri pelan sambil tangan nya membuka pintu kamar hyura.

"apa dia masih mandi? Tapi inikan udah 1 jam lewat. Huhh~" gerutu Yuri saat melihat kamar hyura yang sepi,hanya suara percikan air shower saja yang mengisi kesepian kamar ini.

Mata lentik Yuri tiba-tiba terhenti di atas nakas tempat tidur hyura,tepatnya dimana hp Hyura berada. Dengan keingintahuan yang besar dan rasa penasaran yang mendominasi,akhirnya dengan penuh rasa ragu Yuri mengambil hp Hyura. Ia hanya ingin membuktikan apa yang tadi diucapkan Minhyuk itu benar atau tidak.
Mata Yuri semakin membulat saat ternyata kode angka yang ia masukan ternyata cocok. Kode yang akhirnya membuka Yuri untuk masuk lebih dalam ke dunia privasi Hyura. Kode itu,0109. Tanggal ulang tahunnya Jungkook.

~~
Hyura pov.

"Yuri-ya,kenapa kau ada dikamarku?" tanyaku bingung saat aku baru selesai mandi.
"Waeyo? Tak bolehkan?"
"Aniyo. Tentu boleh"

"Hyura-ya,ternyata kau.. Mantan pacar Jungkook"
Deg! Aku hanya bisa diam terpaku saat mendengar pernyataan itu keluar dari mulut sahabatku sendiri.
Aku langsung berbalik dan menghadap Yuri.

"darimana kau tahu?"
"kenapa kau tak pernah memberitahuku?" tanyanya lagi yang tak menjawab pertanyaanku tadi.

"mianhae. Aku hanya ingin mengubur cerita itu" jawabku pelan dan mencoba agar air mataku tak menetes.
Ku dengar Yuri berdecak pelan dan tak lama, ku rasakan Yuri memeluk tubuhku. Tumbang sudah pertahanan ku selama ini untuk tidak menangis,karena kenyataannya sekarang aku menangis di pelukan sahabatku.

~
"bodoh! Kau bilang mau menguburnya,tapi kenapa password hp mu itu masih tanggal ulang tahunnya" celetuk Yuri,setelah aku berhenti bercerita tentang masa laluku.
Aku pun hanya bisa menatapnya tak percaya,bagaimana bisa ia tahu password hp ku.

"ohya,besok kita jalan yuu. Aku tunggu di cafe Rainbow jam 7 pagi. Arra,jangan sampai telat apalagi lupa. Aku pulang" pamit Yuri sesaat sebelum ia menghilang di balik pintu kamarku.

Author pov.
"Hyura-ya,dimasa depan kau harus membalas kerja kerasku hari ini. Mungkin kau bisa menjodohkan ku dengan Jimin nanti kkk~" ucap Yuri dalam hati dan sebisa mungkin untuk menahan tawanya.

FLASHBACK
"mwo? Ternyata Jungkook dan hyura masih berhubungan? Tapi,kenapa hyura tak pernah membalas pesan dari Jungkook? Ckk. Dasar babo" gerutu Park Yuri,saat matanya sibuk melihat inbox milik sahabatnya itu.

Tak perlu berpikir lama, jari-jari mungil Yuri pun dengan lincah menari-nari di layar hp hyura,merangkai berbagai huruf untuk membalas pesan Jungkook tersebut.

To: Kookie~
Arra,kapan kita bisa bertemu?

Sebuah senyuman pun langsung tumbuh di wajah Yuri,saat pesan itu terkirim dengan selamat.
"hari yang indah" seru Yuri seraya tangannya mengembalikan hp tersebut di tempat semula.

FLASHBACK END

Keesokan harinya..

Author pov.

BTS' Dorm
"kookie,kau mau kemana pagi buta seperti ini?" heran J-hope yang tengah asik berkutat di dapur.

"Aku mau bertemu teman hyung. Hyung,aku pergi" ucap Jungkook terburu-buru lalu menghilang dibalik pintu.

"anak itu kenapa? Padahal kan ini masih pagi. Tidak biasanya dia bangun sepagi ini" gumam J-hope bingung.

"hyung,tadi suara ribut apa?" tiba-tiba Jimin dan V pun keluar dari kamar mereka dengan kedua mata yang masih enggan untuk dibuka.

"kalian? Ohh,tadi Kookie.katanya mau bertemu temannya"
"sepagi ini?" tanya Jimin dengan mata yang mulai terbuka sedikit.
J-hope pun hanya mengangguk dan membiarkan dua dongsaeng nya itu larut dalam pikirannya masing-masing.

Hyura's Home

"hyukkie,noona pergi ya" ucap hyura pada dongsaengnya.
"noona tidak sarapan?"
"aniyo,noona nanti bisa sarapan diluar. Bye" ucap hyura lagi dan berlalu meninggalkan rumah.

Rainbow' Cafe

Keadaan Cafe saat ini masih terlihat sepi,tidak terlalu banyak pelanggan yang datang. Mungkin karena masih terlalu pagi.

Tapi,di satu sudut cafe, kita bisa melihat sesosok yeoja tengah resah menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
"Yuri-ya,eodiga??" gumam yeoja itu resah.

"noona,maaf aku telat" sebuah suara namja tiba-tiba muncul dan suara itu sukses membuat sang yeoja terdiam.

Hyura Pov.
"noona,maaf aku telat" suara itu? Mungkinkah dia? Tak mungkin.
Dengan ragu dan takut aku pun mulai menoleh ke arah sumber suara itu.

Mataku otomatis membulat saat manik mataku menangkap sosoknya,sosok yang selalu membuat ku lupa bagaimana caranya bernapas. Jungkook. Pria itu tengah berdiri tegap di hadapanku sekarang.

"ka..Ka..Kau,sedang apa disini?" tanyaku gugup.
"Bukankah kita berjanji untuk bertemu disini kemarin,noona~" jawabnya santai seraya tangannya menarik kursi untuk ia duduk.

"a..Aku? Janji? Kapan?" tanyaku bingung. Mungkinkah ini ulah Park Yuri? awas yuri-ya.

"noona,gwaenchana? Kau mau pesan apa? Noona masih suka Chees cake kan?" tanyanya sambil tersenyum.

Aku pun hanya mengangguk,sungguh aku tak percaya,Jungkook,ia masih ingat makanan favorit ku.

Tanpa terasa air mata ku pun menetes,entah mengapa,aku pun tak tahu.
"Maaf,aku harus pergi" ucapku cepat dan segera melangkah pergi.

"noona,tunggu" kurasakan sebuah tangan menggenggam tanganku kuat,aku tau siapa pemilik tangan ini.
"noona,jangan pergi.Jebal" ucapnya parau seraya membalikkan tubuhku untuk menghadapnya. Tanpa basa-basi,Jungkook langsung menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang sangat ku rindukan.

Entah darimana asalnya, tiba-tiba lagu You're My milik Taeyang BigBang mengalun dengan lembut mengiringi pertemuanku dengan Jungkook.

"noona~kau ingat lagu ini? Lagu yang dulu kunyanyikan saat kau ulang tahun" masih dengan memelukku,Jungkook mengajak ku untuk mengingat kenangan kami dulu. Kenangan yang awalnya selalu ingin ku kubur dan ku lupakan.
Aku pun mengangguk lemah dan mencoba untuk membalas pelukannya,meskipun awalnya aku ragu,tapi akhirnya aku membalas pelukan itu.

Jungkook pun semakin mempererat pelukannya,seolah-olah ia tak mau melepaskanku untuk pergi.

"noona,jangan pergi. Aku tak bisa hidup tanpamu. Hidupku hancur tanpamu. Tetaplah disampingku noona" ucap Jungkook lembut dan penuh ketulusan.

Aku tak tau,aku harus menjawab apa. Hatiku masih ragu,aku takut. Apakah pilihan ku ini benar?
Aku pun hanya menjawab permintaan Jungkook itu,dengan memeluknya erat. Sangat erat.
"Jangan tinggalkan aku,Kookie"

~~

"masuklah noona,maaf berantakan" ucap kookie ramah.
Aku pun hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman.
Disinilah aku sekarang,di dorm BTS. Entah apa yang ku lakukan disini. Saat Jungkook mengajakku kesini,aku langsung mengangguk setuju. Mungkinkah,karena aku ingin selalu dekat dengannya? Entahlah.

"maaf noona,hanya ada coke" ucapnya menyesal seraya menyerahkan kaleng coke padaku.
"Gwaenchana. Member lain kemana? Kenapa sepi?" tanyaku penasaran.
"kenapa noona menanyakan member lain? Noona ingin bertemu Yoongi hyung?" tanya Jungkook dengan wajah yang ditekuk.
Aku pun hanya tertawa melihatnya.

Perlahan aku pun mendekat ke arah Jungkook.
"apa kau cemburu?" tanyaku penasaran.
"aniyo" sanggahnya cepat.
"baguslah,berarti peluang ku untuk menjadi pacar suga oppa masih terbuka" ucapku lega.
"Yak! Noona,kau hanya milikku. Pokoknya kau hanya milikku.Milikku!"
Aku pun mengerjap-ngerjapkan mataku tak percaya melihat tingkah childish Jungkook yang tiba-tiba muncul.
"noona,kau hanya milikku" ucapnya tegas lalu mencium singkat bibir mungilku.

"kau menciumku?" tanyaku tak percaya.
Jungkook pun hanya tersenyum manis dan mencoba untuk memojokkanku di salah satu sudut sofa.
"a..A..Apa yang akan kau lakukan?" tanyaku takut,sungguh tatapan kookie saat ini sangat berbeda,sangat tajam dan langsung menusuk manik mataku.
"noona~katakan kalau kau mencintaiku. Cepat katakan!"
Aku hanya membulatkan mataku tak percaya.. Di..Dia berbeda. Dia bukan kookie..
"Cepat noona,sebelum aku menciummu paksa" ucapnya lagi sambil menunjukkan smirk evil nya.

"lakukanlah,aku yakin kau tak akan berani" jawabku mencoba terlihat berani. Aku tahu Jungkook pasti tak akan berani melakukan hal yang aneh-aneh. Aku yakin!

"Baiklah,kau yang meminta. jangan menyesal chagi"
"untuk apa aku menyesal,bukankah aku juga menginginkan hal itu juga" ucapku santai seraya jari-jariku sibuk menyentuh dada bidang Jungkook yang tertutup kaos dan jaket.

Mendengar jawabanku itu,sontak membuat Jungkook diam sejenak dan menatap mataku dalam.

"saranghae noona" ucapnya lembut kemudian mencium bibirku lembut dan dalam.
Aku pun tersenyum dan membalas ciumannya itu.



"Magnae! Apa yang kau lakukan?" tiba-tiba terdengar suara namja yang berhasil membuat kegiatan kami berhenti.
"omo!"
"Wow! Daebak"
"Magnae,kau?"
"JEON JUNGKOOK!"
"kalian?"

aku dan Jungkook pun hanya memasang tampang polos dan innocent saat member lain datang dan memergoki kegiatan kami,bahkan Jungkook masih belum pindah dari posisinya, diatas tubuhku.

"hyungdeul" ucap Jungkook tak percaya!
"Golden maknae!" teriak member BTS lain.
Aku pun hanya bisa menyembunyikan wajahku di dada jungkook. Sungguh,ini sangat memalukan!
Jungkookie~

END.

Are you Namja?? (Fanfict)

Are you Namja??

Cast : Ren Nu'est, Lee HyuRa (OC)
author: Lee HyuRa (@aniespur)
Genre: Romantic,full romantic
Ratings: 17+ (maybe? Yang pasti aman)

mian~ kalo ceritanya gaje,alur kecepetan dll. ^^

Hyura pov.

Choi Min Ki,mungkin kalian masih merasa asing saat mendengar nama itu. Tapi,jika yang aku sebut Ren Nu'est,mungkin kalian semua tahu siapa dia. Namja yang terkenal karena "kecantikan" nya bahkan banyak yang bilang bahwa ia lebih cantik daripada seorang yeoja. Tapi,hell.. Dia itu namja,namja tulen.
Aku bisa jamin itu. Mungkin?!? Jujur,aku sendiri pun masih tak terlalu yakin,apa dia namja atau yeoja.

"mwo? Boy's day? Ige mwoya?" mataku membulat sempurna saat ku lihat sebuah artikel di internet.

"hyura-ya,waeyo?" tanya Park Hana,sahabatku.

"igo..Sejak kapan mereka,oh my god" aku mengarahkan telunjukku ke layar laptopku.

"ohh,hahaha bukankah itu lucu? Lihatlah bahkan uri Minki terlihat lebih cantik dibanding Minah-ssi. Kau beruntung memiliki namjachingu yang cantik" celetuk Hana sambil menyenggol bahu ku pelan.

Akupun hanya bisa terdiam,mencoba untuk mencerna ucapan Hana tadi.

Mwo? Beruntung? Sungguh aku tak mengerti,Apanya yang beruntung memiliki namjachingu yang "cantik" bukan tampan? Astaga~
bahkan harus ku akui,bila Minki memang terlihat lebih cantik dibanding aku,yang notabene-nya adalah yeojachingunya.. Choi MinKi.. Sebenarnya apa yang kau lakukan hah??

Drrt..Drrt..
Kurasakan handphone di saku sweater ku bergetar,aku pun langsung mengecek handphone ku itu,

From : MinKi^^

-Chagi-ya aku terlihat cantik kan? Kkk~ tapi aku tetap namja arra? Namjachingu-mu. Bogoshippo noona~^^-

Akupun semakin melongo tak percaya saat MinKi dengan entah apa tujuannya mengirimku selca-nya yang tengah mengenakan pakaian,rambut dan make up menyerupai wanita.
Aku pun memperhatikan foto itu baik-baik,wajah di foto itu memang MinKi. Tapi, kenapa dia benar-benar terlihat seperti wanita?
Apa jangan-jangan dia itu wanita? Lalu,selama ini dia berpura-pura menyamar menjadi namja? What? Jadi,aku...selama ini berpacaran dengan seorang yeoja? Hell. Benarkah? Gara-gara foto ini aku pun mulai berpikir yang tidak-tidak tentang namjachingu-ku.

"Hyura-ya,kau kenapa? Gwaenchana?" ucap Hana dengan nada suara sedikit panik,saat melihat tatapanku yang kosong.

"Hana-ya,sebenarnya MinKi itu namja atau yeoja?" tanyaku pelan dan tetap dengan tatapan yang kosong.

"Mwo? Yakkk! Hyura-ya,kau kenapa? Tentu MinKi itu namja. 100% namja. Diakan namjachingu mu,bukan yeojachingu mu" jawab Hyura dengan nada bercanda.

Akupun hanya menggeleng-gelengkan kepalaku bingung,sungguh aku sendiri tak tahu apa yang tengah otak ku pikirkan sekarang..namjachingu-ku,Choi MinKi. Sebenarnya kau siapa?
Yeoja atau namja?

~~~

Setelah kelas kuliahku selesai,aku pun langsung bergegas pulang ke apartemen ku.
Sesampainya di apartemen,aku langsung mendudukan tubuhku ini diatas sofa empuk milikku, tak lupa tanganku pun sekarang tengah sibuk memilih berbagai channel tv yang akan ku tonton.

Mataku langsung membulat sempurna,saat manik mataku melihat dia -namjachinguku- sedang melakukan perform disalah satu acara musik. Mungkin kalian pikir itu hal biasa,tapi bagiku tidak. Karena,saat ini ia tengah perform dengan menggunakan pakaian wanita. Aku ulangi pakaian wanita? Bukan perform sebagai boyband Nu'est yang penuh karisma,tapi..Sebagai girlband dengan image SEXY. Aku pun hanya bisa melihatnya dengan pandangan tak percaya. Cantik. Satu kata yang bisa ku ucapkan saat melihat wajahnya.
Bahkan saat ini aku merasa gagal sebagai seorang wanita,karena bagiku dia terlihat lebih cantik dan sempurna dibanding aku yang memang yeoja asli.
"Apa aku memang pantas untukmu? Minki-ya? Kau terlalu sempurna untuk ku" batinku bertanya.

~~
Hari ini adalah hari minggu,hari dimana biasanya aku menghabiskan waktu untuk bersantai dan bermalas-malasan.
Ku lirik sebentar handphone ku yang terlihat sangat sepi,tak ada pesan ataupun panggilan telepon. Menyedihkan!

Pip..Pip..Pip..Pip.. Pippp~
Sejenak ku alihkan pandanganku dari layar handphone ke arah pintu,saat indra pendengaranku mendengar suara seseorang yang tengah mencoba memasukan kode sandi apartemenku.

Tak lama,pintu itu pun terbuka. Aku pun hanya tersenyum kecil,saat tau siapa yang datang. Dia..MinKi atau harus ku panggil dia Ren. Maknae Nu'est. Namjachinguku..

"chagiya~bogoshippo" ucapnya lantang seraya memelukku erat.
Aku pun hanya terdiam di dalam pelukan hangatnya. Jujur,aku bingung apa yang harus ku lakukan dan ku katakan sekarang. Pemikiran bahwa aku tak pantas untuk Ren,masih menghantui otak ku.

"Hyura-ya? Noona? Kau kenapa? Chagi-ya? Kenapa kau tak membalas pelukanku?" tanyanya kecewa setelah ia melepas pelukanku.

Aku pun hanya memandang wajahnya dengan tatapan yang aku pun tak mengerti,tatapan apa ini. Rasa tak pantas masih menguasai pikiranku.

"kau mau minum apa?" tanyaku mencoba mengalihkan pertanyaannya.

"chagi-ya,kau kenapa? Apa aku berbuat salah lagi? Apa aku melupakan sesuatu lagi?" tanyanya lembut seraya menggenggam tanganku erat.

Aku pun hanya bisa menundukkan kepalaku,entahlah aku bingung harus menjawab apa.

Kurasakan tangannya mengangkat daguku pelan,sehingga kini aku bisa melihat matanya,tepat di manik matanya. Ku lihat ia tersenyum lembut padaku,senyum yang sangat ku sukai.
Aku tak bisa menahan ini lagi,aku pun segera memeluk lehernya dan menyembunyikan kepalaku disela-sela lehernya. Tangan Ren dengan lembut mengusap kepalaku,dan ini membuat air mata yang sedari ku tahan akhirnya keluar juga.
"apa aku pantas untuk mu,Minki? " pertanyaan itu pun akhirnya ku ucapkan juga disela isak tangisku.

Dapat ku rasakan,tubuh Ren menegang sesaat setelah mendengar pertanyaan ku itu.
Ia pun melepaskan pelukanku segera,
"jadi inikah jawabanmu. Aku memang tak pantas untukmu" batin ku tak percaya. Aku pun hanya bisa menunduk dan menahan agar air mataku tak jatuh lagi. Aku harus kuat.

"yakk! Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau itu milikku dan selamanya milikku. Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apakah aku pantas untukmu?" ucap Ren dengan nada suara yang lembut dan menyejukan jiwa,tak lupa ia menggenggam kedua tanganku erat.

"Tapi kau cantik,aku..Aku tidak. Aku kalah cantik dari mu. Kau namja cantik. Kau pantas mendapatkan yeoja yang lebih daripada aku" ucapku pelan dan ragu,aku takut.. Takut Ren akan tersinggung dengan ucapanku tadi. Tapi,itulah kenyataannya.

"mwo? Yakk! Aku ini namja. Dan apa kau bilang? Aku cantik? Astaga~ aku ini tampan Lee HyuRa. Tampan. Tunggu,jangan bilang kau seperti ini karena kau melihat perform stage ku kemarin?"

Aku pun mengangguk,membenarkan tebakannya itu.

"Jadi,kau putus asa seperti ini. Karena kemarin aku terlihat seperti putri cantik? Dan kau merasa terpukul dengan penampilanku seperti itu?" tebak Ren dengan mata yang mulai membulat.

"Ne,kau benar. Aku jadi putus asa seperti ini,karena ulahmu. Mana ada namjachingu yang lebih cantik dari yeojachingu nya? Itu tak ada dan tak mungkin. Tapi kau arghh entahlah" jawabku frustasi sambil meremas rambutku kasar.

"yak!Yak!Yak! Apa yang kau lakukan? Nanti rambutmu rusak dan rontok" ucap Ren panik seraya tangannya mencoba melepaskan tanganku agar berhenti merusak rambutku.

"apa pedulimu?"
"Aku ini namjachingu mu,babo"
"Tapi kau lebih cantik dan sempurna dibanding aku. Aku hany.." ucapanku terputus dan dapat ku rasakan kini,bibir Ren tengah mencium bibir ku lembut.

"Berhenti memanggilku cantik,karena bagiku yang cantik itu kau. Kau sempurna untuk ku. Berhenti juga memandang rendah dirimu sendiri. Karena bagiku kau adalah yang terbaik. Kau pantas menjadi yeojachinguku,karena aku mencintaimu. Satu-satunya gadis yang aku cintai. Arra? Dan satu lagi,aku ini tampan! Ingat tampan. Arraseo?" ucap Ren tegas setelah ia melepaskan tautan bibirnya dengan ku.

Aku pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Aku sungguh beruntung,karena memiliki namjachingu yang bijak dan baik sepertinya. Meskipun ia lebih muda satu tahun dariku,tapi harus ku akui ia berkali-kali lebih dewasa dibanding aku.

"saranghae Minki-ya"
"nado saranghae hyura-ya" bibir kami pun kembali bertautan lembut,melepaskan semua perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Ciuman ini adalah ciuman termanis yang pernah ku rasakan.

Happy endingkah? Selesaikah rasa penasaran ku ini? Sepertiya belum,ini belum selesai.. Aku masih tak yakin.. Apakah dia namja?

Sekarang aku dan Ren tengah duduk bersama di sofa kesayanganku,mata kami sibuk memperhatikan layar besar yang ada dihadapan kami.

"Minki-ya,kau itu sebenarnya namja atau yeoja?" tanyaku memecah keheningan.

Ku lihat Ren mengernyitkan matanya tak percaya setelah mendengar pertanyaan ku.

"Mwo? Maksudmu?" bukannya menjawab Ren malah kembali bertanya padaku,matanya kini menatap lurus mataku.

"Kau itu namja atau yeoja? Jujur aku masih bingung. Kalau kau namja,tapi kenapa wajahmu itu cantik? Tapi jika kau yeoja,astaga~~" ucapku tak jelas.

"Tentu aku namja,kau mau bukti?" Jawabnya seraya menunjukkan evil smirknya.

Aku pun hanya memandang wajah Ren tak mengerti
"Bukti apa? Kau mau menunjukkan kartu identitasmu? Mana?" tanyaku penasaran seraya tanganku meminta kartu identitasnya.

"Bukti jika aku ini namja. Untuk apa aku membawa kartu identitas. Jika aku bisa membuktikannya dengan ini.." Ku rasakan bibir lembut Ren,mengulum dan menggigit daun telingaku lembut.

Aku pun hanya bisa menahan napasku saat ku rasakan bibirnya mulai menyentuh pipiku lembut.

"Minki-ya,hentikan. Jebal!sekarang aku percaya kau itu namja. Tapi bisakah kau agak menjauhkan tubuhmu ini. Aku..Aku..Aku.. tak bisa bernapas" ucapku dengan nada bergetar.

"Kalau aku tak mau bagaimana? Aku hanya ingin memberimu bukti chagi~" ucapnya lembut seraya tangannya sibuk meraba paha putihku yang terpampang sempurna.

"aku akan membuktikannya chagi,kalau aku ini namja. 100% namja. Lihatlah dan nikmatilah" ucapnya sexy dan mendorong tubuhku ke salah satu sudut sofa.

Aku pun hanya bisa pasrah mengikuti permainannya.. Aku akan melihat dan merasakan bukti mu Minki-ya.. Bukti jika kau ini memang namja.. 100% namja..

I Love You,MinKi-ya...


End

hai~ maaf ya,kalo ceritanya rada aneh,alur kecepetan,bahasa kurang enak dibaca atau apapun itu. Mianhae~
makasih juga buat yang udah mau baca kkk~ ceritanya anehkan? Hehehe sebenernya ini cerita muncul di otak aku,setelah aku melihat foto Ren Nu'est yang astaga cantik banget.. *pas Ren tampil jadi boys day* malahan kata mamah aku Ren lebih cantik dari MinAh. Hohoho
setelah ngeliat foto Ren itu,aku jadi terpukul,frustasi,dan ngerasa Down bangetlah. He's a beautiful namja. Absolutely beauty. Nah,karena itu muncullah ff ini,
gomawo *bow* ^^

@aniespur

Wednesday, February 26, 2014

What Should I Do? (Chapter 3/?)


What Should I Do? (Chapter 3/?)

Cast:
Lee HyuRa (OC)
JungKook BTS
LuHan EXO
Other Cast:
BTS member
EXO member
Park MinJi (OC)
Kim Yura (OC)
Park Yuri (OC)
B.A.P member

@aniespur (Lee Hyura)

------------------------


Hyura pov

Disinilah aku sekarang, di tengah-tengah member BTS dan Yura serta Minji eonni.
Berkat,pertanyaan ajaib taehyung tadi,semua penghuni dorm menjadi heboh dan berlomba-lomba untuk mencari tau lebih mengenai hubungan pribadiku,yaa~~ kecuali golden maknae, Jungkook.

"noona,jadi apa benar kau pacar luhan sunbae? EXO sunbae?" tanya Jimin tak percaya.
Aku pun dengan cepat mengangguk dengan mantap.

“ne,dia pacarku. Waeyo??”

"mwo? Jinjja? Wah daebak!" celetuk Yura dan Minji eonni kompak setelah melihat anggukan ku tadi.

"bagaimana bisa kau tahu,taehyung-ssi?" tanyaku ragu dan takut.
Bagaimana tak takut,ini kan hubungan rahasia. Namanya aja backstreet,tapi kenapa member yang terkenal akan 4D ini bisa tau?

"aku tau dari Baekhyun hyung noona,tadi aku cerita jika kami sekarang punya asisten manajer baru. Saat aku menyebut namamu,baek hyung bilang namamu seperti nama pacar luhan hyung. Dan ternyata benar, kau adalah yeojachingu Luhan sunbae. Daebak!!" jawab Taehyung dengan nada suara yang menurutku lucu.

Aku pun dengan sekuat tenaga mencoba untuk menahan tawaku,ketika mendengar penjelasan V yg menurutku lucu.
Lucu?? Bukan penjelasannya yang lucu,tapi mimic muka nya saat bicara yang menurut ku lucu kkk~~

"sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya Minji eonni penasaran.

"2 tahun,yaa~sekitar itu. Eonni sendiri?"
"aku dan Rapmon sekitar 4 tahun,Yura eonni dan J-hope baru aja 6 bulan"

"huahh~apa-apaan ini,semua asisten manajer kita telah punya namjachingu. Jinjja" celetuk Jimin frustasi seraya mengacak rambutnya kasar.

Mendengar celetukan Jimin itu,kami bertiga pun otomatis menatap horor Jimin sambil tersenyum jail.
Memangnya kita salah jika telah memiliki pacar?? Dasar..

"aku lelah hyung. Aku mau tidur" ucap Jungkook cuek seraya melangkahkan kakinya menuju kamar.
Aku pun hanya menatap maknae itu dengan ekspresi bingung. Sifatnya yang cuek dan dingin padaku,sungguh berbeda 360 derajat dengani sifat yang tercantum di profilnya yang sering ku baca di internet.

Sering? Yaa~Jungkook adalah biasku di BTS. Bahkan aku adalah ketua dari grup noona fans for Jungkook. Kkk~
bahkan luhan oppa pun tak tau,jika aku mengidolakan Jungkook. Hanya sahabatku lah yang tau rahasia ku ini,seperti, Yuri,Kai dan Sehun.
Tapi sepertinya aku harus segera resain dari jabatan ketua itu? Huahh~

~~
"Bagaimana? Hyura-ya kau suka kan dengan pekerjaan itu" goda Yuri saat aku menelepon gadis ini.
"tentu. Huahh~gomawoyo Yuri-ya"
"arra,akhir bulan nanti aku tunggu traktirannya ya. Hyura-ya,mian aku harus kerja sekarang. Daehyun oppa sepertinya sedang mencariku.Annyeong~" ucap Yuri tergesa-gesa.
"ohh,gwenchana. Annyeong~" Jawabku seraya menutup sambungan telepon.

"noona,kau sedang apa disini?" ku dengar sebuah suara dari arah belakangku dan otomatis aku pun membalikan tubuhku.

"kookie?" ucapku tak percaya.
Namja itu hanya menatap ku dengan tatapan coolnya.
"aku..Hanya..Hanya" belum selesai ku bicara,namja itu langsung mendorong tubuhku ke tembok dan mencengkram kuat ke dua bahuku.
"noona-ya,aku lapar. Buatkan aku makanan" ucapnya tepat di telinga kiri ku, geli,itulah yang kini ku rasakan.
Tanpa sadar aku pun mengangguk kan kepalaku,yang langsung membuat Jungkook tersenyum puas.

~~
disinilah aku sekarang,Dapur. Aku pun hanya memandang peralatan dapur itu dengan tatapan ragu. Bagaimana tidak? Aku,aku tak bisa memasak.
Huahh~ haruskah aku menelepon Kyungsoo dan Wookie oppa untuk bertanya bagaimana caranya memasak? Tapi,jam segini mereka pasti sedang sibuk latihan.
Huahh~tamatlah riwayatku.

"noona,kenapa kau belum masak?" tanya sebuah suara,suara Jungkook yang baru saja memasuki area dapur.

"tidak bisakah,kau meminta noonadeul yang lain untuk memasak?" tanyaku penuh hati-hati.
"noonadeul dan hyungdeul,semuanya pergi. Hanya tersisa kau dan aku. Jadi,cepat buatkan aku makanan"
"mwo? Pergi? Eodiga?"
"molla" ucapnya santai seraya meninggalkan ku sendiri di dapur.

“mwo?? Yakk!! Jungkookie~~~~” teriakku frustasi.

What?? Aku hanya ditinggal berdua dengan bocah ini..
Astaga~~ apa yang harus ku lakukan????






TBC




@aniespur